Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Anda tentu pernah menonton film-film fiksi yang menceritakan mengenai pembangkangan ciptaan terhadap sang pencipta. Seperti juga halnya iblis yang membangkang tuhannya. Teknologi secara perlahan mulai melunturkan hukum dan etika yang ada. Pembuatan hukum untuk mengatur teknologi itu sendiri menjadi sia-sia. Layaknya pasir hisap, Semakin ia diatur dan dikekang semakin kuat pula ia.

Kita sekarang berada di abad ke-21, abad yang mempunyai banyak makna. Bagi yang mengetahui teknologi mereka menyebutnya abad informasi. Mengapa disebut abad informasi? Seperti yang kita ketahui akses terhadap informasi di zaman sekarang sangatlah mudah, sangat berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu. Kemudahan akses informasi inipun melahirkan banyak hal-hal baru salah satunya adalah Citizen Journalism. Dalam Citizen Jornalism, bukan wartawan profesional yang menjadi pelapor berita akan tetapi penduduk biasa dalam sebuah negara. Media yang digunakan biasanya adalah blog pribadi. Apabila dilihat sekilas, berarti ini adalah kemajuan dari suatu sistem pertukaran informasi. Namun sayangnya hal ini menyebabkan beberapa pelanggaran dari segi hukum dan etika semakin menjadi-jadi. Dalam dunia wartawan profesional dikenal istilah kode etik wartawan. Namun apabila kita lihat dalam Citizen Journalism, dimana kebanyakkan para pelakunya bukanlah wartawan yang mengetahui kode etik, terjadi banyak pelanggaran etika. Banyak pencemaran nama baik yang terjadi baik berupa fitnah bahkan sampai yang paling parah video mesum. Dalam kode etik dikenal dengan adanya batas privasi yang tidak boleh dilanggar. Sayangnya hal ini tidak berlaku dalam Citizen Journalism. Dan hal ini sekarang sangat sulit untuk dihentikan. Setiap hari selalu muncul blog-blog baru. Menghentikan akses dari satu blog seperti kita menampung air ke dalam ember yang bocor. Teknologi semakin memudahkan penyebaran informasi tapi secara sekaligus kita menjadi sulit untuk membatasi informasi-informasi seperti apa yang boleh menyebar. Teknologi ibarat api, ketika kecil ia adalah kawan namun setelah ia besar ia menjadi lawan.

Perkembangan teknologi tidak hanya melanggar batas etika saja. Ia juga mulai melanggar batas-batas hukum yang ada. Memang kecanggihan teknologi memudahkan kita dalam memindahkan data dari satu tempat ke tempat lain. Menjadi semakin mudah karena alat yang digunakan untuk memindahkan data secara cepat dijual dengan bebas di pasar. Siapa yang menduga kalau penyebaran hardware CD-RW membuat pembajakan menjadi marak? Memang di dalam setiap case CD tertulis dilarang menyalin, atau mengkopi tanpa izin. Namun, apabila sudah masuk masalah kantong (kocek) mana yang lebih didahulukan? Apakah taat peraturan atau main kucing-kucingan sedikit? Disinilah sesuatu yang dinamakan pembajakkan muncul. Pada zaman sekarang pembajakkan sudah sangat sulit diberantas. Selalu saja ada tempat-tempat yang baru bagi para pembajak untuk beraktivitas. Pemerintah memang sudah meminta peran serta masyarakat untuk memberantas pembajakan. Tapi sayangnya ekonomi masyarakat yang masih lemah, menjadikan masyarakat kita lebih menyukai versi bajakan. “Daripada beli yang asli mending beli yang bajakan, toh kualitasnya tak jauh berbeda…”. Selama ekonomi masyarakat masih lemah pembajakan menjadi sesuatu yang sangat didukung masyarakat karena harganya yang murah.

Pelanggaran hukum dan etika apabila dibiarkan begitu saja akan semakin tumbuh. Oleh karena itu sekarang ada sebutan cyber crime, kejahatan yang banyak dilakukan di dunia maya. Biasanya yang termsuk cyber crime adalah para cracking (yang lebih dikenal orang hacker, walaupun sebenarnya istilah tersebut tidak tepat). Orang-orang ini sudah bukan melanggar hukum dan etika saja. Belum lagi isu akan penanaman chip di tubuh manusia. Isu ini saja sudah menyinggung aspek religi dari banyak orang. Apalagi dengan teknologi seperti kloning manusia, tentu akan menyingung lebih banyak aspek kehidupan.

Apabila melihat keadaan yang sudah terjadi saat ini, memang sulit sekli untuk diperbaiki. Kita bisa melakukan usaha untuk meminimalisir penyimpangan yang terjadi dalam teknologi. namun ingat, teknologi terus berkembang. Ia akan menembus batas-batas yang kita buat. Siapa yang menduga kalau fiber optik akhirnya bisa dibajak? Siapa yang menduga bahwa sistem keamanan pentagon bisa ditembus? Tak ada seorangpun saat ini yang merasa aman seratus persen dengan menyimpan uangnya di bank. Oleh karena itu banyak orang kaya yang menyebarkan tabungannya dalam berbagai bentuk, entah properti, saham, obligasi dan lain-lain. Lalu bagaimana caranya supaya kita tidak terkena penyalahgunaan teknologi? Satu-satunya cara Yang kita adalah menjadi orang yang menguasai teknologi tersebut. Sanggupkah anda melakukannya?

Sumber Bacaan

Straubhaar, Joseph & LaRose, Robert (2004). Media Now: Communications Media in the Information Age, Belmont, CA: Wadsworthhttp://idnugrohokej.blogspot.com/

Read Full Post »