Feeds:
Posts
Comments

Anda tentu pernah menonton film-film fiksi yang menceritakan mengenai pembangkangan ciptaan terhadap sang pencipta. Seperti juga halnya iblis yang membangkang tuhannya. Teknologi secara perlahan mulai melunturkan hukum dan etika yang ada. Pembuatan hukum untuk mengatur teknologi itu sendiri menjadi sia-sia. Layaknya pasir hisap, Semakin ia diatur dan dikekang semakin kuat pula ia.

Kita sekarang berada di abad ke-21, abad yang mempunyai banyak makna. Bagi yang mengetahui teknologi mereka menyebutnya abad informasi. Mengapa disebut abad informasi? Seperti yang kita ketahui akses terhadap informasi di zaman sekarang sangatlah mudah, sangat berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu. Kemudahan akses informasi inipun melahirkan banyak hal-hal baru salah satunya adalah Citizen Journalism. Dalam Citizen Jornalism, bukan wartawan profesional yang menjadi pelapor berita akan tetapi penduduk biasa dalam sebuah negara. Media yang digunakan biasanya adalah blog pribadi. Apabila dilihat sekilas, berarti ini adalah kemajuan dari suatu sistem pertukaran informasi. Namun sayangnya hal ini menyebabkan beberapa pelanggaran dari segi hukum dan etika semakin menjadi-jadi. Dalam dunia wartawan profesional dikenal istilah kode etik wartawan. Namun apabila kita lihat dalam Citizen Journalism, dimana kebanyakkan para pelakunya bukanlah wartawan yang mengetahui kode etik, terjadi banyak pelanggaran etika. Banyak pencemaran nama baik yang terjadi baik berupa fitnah bahkan sampai yang paling parah video mesum. Dalam kode etik dikenal dengan adanya batas privasi yang tidak boleh dilanggar. Sayangnya hal ini tidak berlaku dalam Citizen Journalism. Dan hal ini sekarang sangat sulit untuk dihentikan. Setiap hari selalu muncul blog-blog baru. Menghentikan akses dari satu blog seperti kita menampung air ke dalam ember yang bocor. Teknologi semakin memudahkan penyebaran informasi tapi secara sekaligus kita menjadi sulit untuk membatasi informasi-informasi seperti apa yang boleh menyebar. Teknologi ibarat api, ketika kecil ia adalah kawan namun setelah ia besar ia menjadi lawan.

Perkembangan teknologi tidak hanya melanggar batas etika saja. Ia juga mulai melanggar batas-batas hukum yang ada. Memang kecanggihan teknologi memudahkan kita dalam memindahkan data dari satu tempat ke tempat lain. Menjadi semakin mudah karena alat yang digunakan untuk memindahkan data secara cepat dijual dengan bebas di pasar. Siapa yang menduga kalau penyebaran hardware CD-RW membuat pembajakan menjadi marak? Memang di dalam setiap case CD tertulis dilarang menyalin, atau mengkopi tanpa izin. Namun, apabila sudah masuk masalah kantong (kocek) mana yang lebih didahulukan? Apakah taat peraturan atau main kucing-kucingan sedikit? Disinilah sesuatu yang dinamakan pembajakkan muncul. Pada zaman sekarang pembajakkan sudah sangat sulit diberantas. Selalu saja ada tempat-tempat yang baru bagi para pembajak untuk beraktivitas. Pemerintah memang sudah meminta peran serta masyarakat untuk memberantas pembajakan. Tapi sayangnya ekonomi masyarakat yang masih lemah, menjadikan masyarakat kita lebih menyukai versi bajakan. “Daripada beli yang asli mending beli yang bajakan, toh kualitasnya tak jauh berbeda…”. Selama ekonomi masyarakat masih lemah pembajakan menjadi sesuatu yang sangat didukung masyarakat karena harganya yang murah.

Pelanggaran hukum dan etika apabila dibiarkan begitu saja akan semakin tumbuh. Oleh karena itu sekarang ada sebutan cyber crime, kejahatan yang banyak dilakukan di dunia maya. Biasanya yang termsuk cyber crime adalah para cracking (yang lebih dikenal orang hacker, walaupun sebenarnya istilah tersebut tidak tepat). Orang-orang ini sudah bukan melanggar hukum dan etika saja. Belum lagi isu akan penanaman chip di tubuh manusia. Isu ini saja sudah menyinggung aspek religi dari banyak orang. Apalagi dengan teknologi seperti kloning manusia, tentu akan menyingung lebih banyak aspek kehidupan.

Apabila melihat keadaan yang sudah terjadi saat ini, memang sulit sekli untuk diperbaiki. Kita bisa melakukan usaha untuk meminimalisir penyimpangan yang terjadi dalam teknologi. namun ingat, teknologi terus berkembang. Ia akan menembus batas-batas yang kita buat. Siapa yang menduga kalau fiber optik akhirnya bisa dibajak? Siapa yang menduga bahwa sistem keamanan pentagon bisa ditembus? Tak ada seorangpun saat ini yang merasa aman seratus persen dengan menyimpan uangnya di bank. Oleh karena itu banyak orang kaya yang menyebarkan tabungannya dalam berbagai bentuk, entah properti, saham, obligasi dan lain-lain. Lalu bagaimana caranya supaya kita tidak terkena penyalahgunaan teknologi? Satu-satunya cara Yang kita adalah menjadi orang yang menguasai teknologi tersebut. Sanggupkah anda melakukannya?

Sumber Bacaan

Straubhaar, Joseph & LaRose, Robert (2004). Media Now: Communications Media in the Information Age, Belmont, CA: Wadsworthhttp://idnugrohokej.blogspot.com/

Jangan menilai sesuatu dari ukurannya, dengan benda kecil ini anda bisa browsing secepat membalik halaman buku. Anda juga bisa download dan upload lebih cepat dari memindahkan data ke flashdisk. Saya menamakannya teknologi yang menghargai waktu.

Fiber optik atau serat optik adalah medium penghantar yang terbuat dari serabut-serabut kaca yang tipis. Ukurannya seperti diameter rambut manusia. Sangat kecil bukan? Bagi anda yang kurang bergaul dengan masalah teknologi mungkin masih samar-samar kedengarannya. Mungkin malah ada juga yang cukup awam mengira ini adalah benang gelasan untuk main layangan. Namun sekarang anda memang harus tahu karena cepat atau lambat dalam abad 21, fiber optik ini akan menggantikan jenis-jenis kabel lain yang ada. Dia akan menjadi penentu dalam perkembangan teknologi komunikasi.

Media fiber optik merupakan media yang memilki banyak kelebihan, terutama dari segi performa dan ketahanan dalam menghantarkan data. Data yang dihantarkan dalam fiber optik berbentuk cahaya. Potensinya memang sudah terlihat dari kata cahaya, anda tahukan berapa kecepatan cahaya? Yaitu sekitar 300.000 meter persekon. Cukup cepat untuk membuat orang bisa keliling dunia dalam waktu singkat. Media ini sudah jelas dan pasti mampu menggelar komunikasi antargedung, antarblok dan antarkota, toh antar benua saja sanggup dilakukan oleh fiber optik dengan cara membentangkannya di dalam samudera. Tak salah apabila ada yang menyebut fiber optik ini tulang punggung dari internet di seluruh dunia.

Ada yang bilang fiber optik ini masih jarang digunakan karena mahal. Tapi ada juga yang bilang sebenarnya fiber optik ini tidak mahal. Terus mana yang benar? Untuk menjawab mana yang benar anda harus mengetahui cara kerja dan jenisnya. Teknologi fiber optik terbagi atas dua kategori umum, yaitu:

1. Single Mode Fiber Optic

Single Mode Fiber Optik memiliki banyak arti dalam teknologi fiber optik. Di single mode ini hanya terdapat satu indeks sinar tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentang. Satu buah sinar yang tidak terpantul di media optik tersebut membuat teknologi fiber optik yang satu ini hanya sedikit mengalami gangguan dalam perjalanannya. Itupun lebih banyak gangguan yang bersifat dari luar maupun gangguan fisik saja. Ini core serat fibernya cukup kecil yaitu sekitar 8 sampai 10 mikrometer. Sinar yang dapat lewat hanya yang memilki panjang 1310 atau 1550 nanometer.

Single mode dapat membawa data dengan bandwith yang lebih besar dibandingkan multi fiber optik (nanti akan dibahas). Tapi teknologi ini membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektral yang sangat kecil pula dan ini berarti sistem yang mahal. Kecepatannya bisa mencapai 50 kali multi mode tapi tentu saja biayanya lebih besar. Karena core yang kecil ini juga makanya single mode ini bisa menguragi gangguan akibat overlapping dan distorsi.

2. Multi Mode Fiber Optic

Sesuai dengan namanya, teknologi ini memilki kelebihan dan kekurangan yang diakibatkan banyaknya jumlah sinar cahaya yang berada di dalam media fiber optiknya. Di multi mode ini terdapat banyak indeks cahaya dengan pantulan sepanjang media tersebut terbentang. Kemudian di akhir lintasan tidak semua laser sampai di tempat tujuan secara serentak. Ada yang memantul balik. Hal inilah yang membuat bandwith multi mode lebih terbatas. Namun biaya yang diperlukan lebih murah karena laser yang digunakan tidak seperti dalam single mode.

Jadi murah atau mahalnya fiber optik tergantung dari dua kategori di atas. Kalau ingin yang cepat harus bersedia merogoh kantong, mungkin tabungan juga. Tapi kalo mau yang biasa-biasa saja, tidak apa-apa juga kan anda yang beli. Paling tidak fiber optik lebih cepat dari jenis kabel lainnya. Anda perlu tahu juga perkembangan fiber optik masih berlangsung. Kekuatannya mengirim datanya masih isa ditingkatkan lagi yaitu dengan membuat medium yang mempunyai standar kemurnian lebih tinggi, memperkecil core dan memperkecil sinar laser. Anda yang trauma dengan listrik bisa lega karena fiber optik tidak mengandung aliran listrik, jadi tidak usah khawatir kesetrum dan ditambah lagi sinyalnya digital. Jadi pengguna fiber optik tidak perlu khawatir apabila terjadi perubahan dari teknologi analog ke digital. Jadi anda pilih yang mana mau yang kecil tapi atau yang besar?

Source: Mirabito, M.A.M., & Morgenstern, B.L (2004). New Communication Technology : Applications, Policy, and Impact. Fifth edition. UK : Focal Press. Chapter 5 & 15.

Internet memang memberi kemudahan kepada umat manusia tapi ingat pelanggaran privasi, plagiat dan cybercrime adalah beberapa istilah yang juga muncul karena internet. Akankah muncul lagi istilah-istilah mengerikan lainnya yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya? Di dunia tanpa batas ini tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin anda juga tidak akan tahu kalau sebenarnya anda sudah berada di tepi dan akan terjatuh.

”Nak, keluar dulu dari kamar… makan dulu.. kamu belum keluar-keluar kamar nih” Sudah setengah jam si anak belum keluar-keluar juga. Si ibu akhirnya penasaran soalnya anaknya ini dari sudah tujuh hari belum keluar kamar. Langsung saja si ibu mengecek langsung ke kamar si anak. Alangkah terkejutnya si ibu ketika melihat anaknya sudah terbujur kaku di kamarnya alias sudah tak bernyawa lagi. Yang lebih mengejutkan ternyata anaknya itu mati dengan pose seolah-olah sedang asik main game on-line. Setelah diteliti penyebab kematiannya karena lupa makan karena keasyikan main game. Kasus kematian seperti ini banyak terjadi di negara Cina. Yang baru saya temui di Indonesia belum separah ini. Memang sih tidak sampai mati, tetapi ada beberapa pecandu internet yang kena TBC karena pola hidupnya yang tidak bagus yaitu begadang, merokok, makan mie instant, dan maen game online. Memang sulit untuk ditebak apalagi yang bisa diperbuat oleh internet dalam beberapa tahun ke depan.

Melihat dari tujuan awal diberdirikannya internet tentunya yang terjadi pada masa sekarang sudah di luar perkiraan. Dari yang tadinya keinginan para ilmuwan AS yang ingin mendemonstrasikan jaringan yang terdesentralisasi. Lalu berkembang menjadi World Wide Web. Asal anda tahu saja, Ini hanyalah awal dari perkembangan internet. Seiring dengan perkembangan teknologi orang semakin merasakan pentingnya internet. Karena kecepatannya untuk mengakses informasi dan menghemat waktu, banyak pebisnis tingkat dunia menjalankan transaksinya melalui internet. Bank-bank pun tidak mau ketinggalan memanfaatkan kemudahan ini. Oleh karena itu banyak database rahasia seperti kartu kredit dan tabungan terdapat di internet.

Saya akan memberikan sebuah cerita yang menarik. Bagaimana para ahli internet menguasai dunia. Bagaimana sih cara hacker-hacker jaman sekarang bisa mengambil tabungan orang kaya dengan leluasa? Sampai-sampai si orang kaya itu tidak tahu bahwa uangnya berkurang. Anda perlu tahu secanggih apapun sistem keamanan pasti bisa dibobol. Yang sulit itu bukan membobol sistem keamanan bank, tapi bagaimana membersihkan jejak setelah kita berhasil masuk ke database tersebut. Ada sedikit saja jejak yang tertinggal, maka saat itu juga anda akan mengalami musibah. Sekarang apakah anda ingat konsep netwok marketing yaitu lebih baik anda memiliki 100 distributor yang masing-masing menjual satu barang daripada anda mempunyai satu distributor yang menjual 100 barang? Konsep ini ternyata menjadi ide dari para hacker dalam operasinya ini. Secara singkat, lebih baik anda mengambil uang Rp 100 dari 10.000 nasabah daripada anda mengambil Rp 1.000.00 dari satu nasabah. Dengan nominal yang kecil tersebut anda akan sulit terlacak.

Internet adalah salah satu hal yang menjadi primadona di abad informasi, abad yang melahirkan orang kaya seperti bill gates. Abad industri pun berlalu bersama orang-orang kayanya pada masa itu seperti Henry ford dan Edison. Seorang investor terkenal Robert. T. Kiyosaki mengatakan bahwa dalam abad ini akan banyak orang-orang kaya yang usianya lebih muda dari Bill Gates. Hal ini dikarenakan abad informasi yang menyediakan akses data cepat seperti internet. Membangun jaringan bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu. Informasi seperti apapun bisa anda dapat dengan mudah (termasuk dengan cara hacker). Ini sudah menjadi modal yang lebih dari cukup bagi seseorang untuk menjadi kaya dalam usia muda, apabila ia benar-benar menginginkannya.

Internet adalah dunia tanpa batas, lalu apa yang bisa kita lakukan? Sekarang yang bisa anda lakukan adalah membuat batas-batas untuk diri anda sendiri. Internet bisa menjadi sesuatu yang baik, bisa juga menjadi sesuatu yang buruk. Apakah anda bisa membatasi diri dari sisi buruk tersebut? Segala sesuatu menjadi berharga karena ada batasnya, semua yang hidup pasti akan mati. Oleh karena itu tidak salah apabila ada yang mengatakan kematian adalah karya terbaik dari kehidupan.

Referensi:

Mirabito, M.A.M., & Morgenstern, B.L (2004). New Communication Technology : Applications, Policy, and Impact. Fifth edition. UK : Focal Press. (Chapter 17)

www.detikinet.com

http://r3dluv.wordpress.com/2007/03/01/4/

Keberadaan satelit apakah demi kemajuan teknologi komunikasi atau ia ada sebagai alat kekuasaan sekaligus senjata penghancur? Pertanyaan ini menjadi semakin serius saat ini dengan adanya anti satellite weapons/”killer satellite” dan rencana penggunaan verichip yang dikendalikan oleh Big Brother satellite.

Kita mengenal satellite sebagai alat komunikasi. Yang harus anda tahu satellite ini sebenarnya bukan hanya sebagai alat komunikasi. NASA menggunakan satellite untuk kepentingan penelitian, bukan komunikasi. Yang perlu kita ketahui adalah juga beberapa yang memakai satellite sebagai alat pengintai, bahkan beberapa membuat satellite penghancur yang dinamakan anti satellite weapons/”killer satellite”. Mereka mengatakan satellite ini untuk menghancurkan musuh. Musuh yang mana? Sejarah mengajarkan kita bahwa siapapun bisa menjadi musuh. Pertama-tama saya akan menjelaskan dulu hal-hal yang perlu kita ketahui tentang satellite

Memang tidak dapat disangkal bahwa satellite memegang banyak peranan dalam perkembangan teknologi komunikasi. Handphone yang kita pakai sehari-hari terhubung melalui satelit. Hanya gelombang radio saja yang tidak melalui satelit karena gelombangnya tidak dapat menembus atmosfer. Gelombang radio akan dipantulkan kembali ke bumi.

Satellite dipasang dengan beberapa cara. Tidak jauh berbeda dengan teleskop luar angkasa. Ada yang dirakit jadi di bumi lalu dibawa dengan pesawat ulang-alik untuk diletakkan di orbit bumi. Ada juga satelit yang dirancang di luar angkasa. Biasanya satellite ini diberangkatkan dengan beberapa mekanik lalu mekaniknya itu yang merakit satellite tersebut di luar angkasa. Apabila satellite mengalami kerusakan, akan dikirim juga sekelompok mekanik untuk memperbaikinya langsung di luar angkasa. Ada juga satellite yang dibiarkan hancur begitu saja karena sudah waktunya. Ini termasuk salah satu faktor yang menambah sampah luar angkasa (space debris) yang sebenarnya sudah cukup banyak dan berbahaya.

NASA dan organisasi science lainnya memanfaatkan satellite sebagai alat untuk mebantu penelitian mereka. Oleh karena itu kita mengenal yang adanya penginderaan jauh yang berasal dari satellite-satellite yang digunakan untuk meneliti keadaan bumi. Lain halnya dengan NASA. NASA menggunakan satelit untuk meneliti objek yang berada di luar bumi. Misalkan yang paling terkenal dari NASA yaitu teleskop mereka yang dinamakan hubble. Teleskop ini juga diluncurkan keluar angkasa dan diadakan perakitan disana. Saat ini mereka merakit teleskop yang lebih hebat dari hubble. Teleskop ini menggabungkan empat lensa teleskop terbesar yang pernah ada. Kabarnya dengan adanya teleskop ini akan memperbesar penemuan tentang adanya kehidupan lain di luar sana.

Kecanggihan satellite ternyata disadari oleh banyak pihak. Oleh karena itu banyak isu yang berkembang seperti “batas atas“ kedaulatan nasional suatu negara, ketinggian dan implikasi politik yang terjadi terhadap pelanggaran batas tersebut, hak individual atau koloni atas penjelajahan luar angkasa.

Saat ini sedang marak mengenai penanaman verichip di tubuh manusia yang dibuat oleh mondex, kepanjangan dari Monetary dan Dexter. Chip ini akan ditanamkan di dahi atau di tangan kita. Jika kita membaca kegunaan daripada chips tersebut tentunya dunia akan menerimanya karena chips ini akan memberikan kemudahan seperti membeli barang, membuka rekening, travelling, medical condition  anda akan terbaca dengan chips ini, dan yang lebih fantastis keberadaaan anda akan dapat dilacak menggunakan satelit mereka  yang dinamakan Big Brother Satellite. 2 negara yang dipastikan sudah menggunakan VeriChip ini adalah China dan Rusia. mereka mendukung satelit Chips Big Brother ini dan pada tahun 2015 dikatakan bahwa China akan mempunyai 100 satelit GPS Big Brother dinegara mereka. Perlu diketahui pada saat ditanamkan, tranceiver yang menggunakan tenaga elektromekanik melalui gerakan dari otot-otot manusia. Aktivasi dapat dilakukan melalui remote monitor fasilitas daripada GPS. Alat tersebut juga dapat memonitor fungsi biologis dari tubuh manusia tersebut seperti detak jantung. Tranceiver didalam tubuh mansia tersebut juga dapat mengirim dan menerima data dari teknologi  GPS. Kemudian siapa yang bisa menjamin kalau satellite itu tidak akan disalahgunakan? Beberapa orang yang sudah memakai chip tersebut tentunya bisa dibuat mati apabila membangkang hanya melalui satellite yang dinamakan big brother. Bagaimana apabila semua manusia sudah menanamkan chip tersebut? Tentuya kekuasaan dunia akan dipegang oleh penguasa satellite tersebut. Lalu, apabila saatnya tiba apakah Indonesia akan menyetujuinya? Saya hanya bisa mengatakan satellite saat ini sudah tidak hanya sebagai alat komunikasi saja. Mungkin dari awal ia memang tidak dibuat untuk alat komunikasi, ada tujuan yang lebih besar di balik itu. Tapi siapa yang tahu?

Suatu saat ia tidak akan hanya menerima perintah dari manusia saja. Mungkin malah tidak akan mau menerima perintah manusia. Ia akan bergerak sesuai kemauannya. Memikirkan apa yang terbaik baginya, bukan bagi umat manusia sang pembuatnya.

Saat ini mesin sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Walaupun ada yang mengatakan mesin hanya perpanjangan tangan manusia, faktanya tanpa mesin kita seperti benar-benar tidak memiliki tangan. Coba tanyakan pada diri anda sendiri, berapa hari anda tidak menggunakan computer dalam satu hari? Baiklah bila memang anda jarang menggunakan computer, bagaimana dengan televisi? Bagaimana dengan radio? dan bagaimana dengan handphone? Kebanyakkan orang akan merasa kesulitan tanpa bantuan mesin. Bahkan saat anda lahir di muka bumi, tentunya tidak terlepas dari peran mesin, kecuali mereka yang dilahirkan di dukun beranak.

Sekarang bagaimana kalau mesin yang hanya menjadi perpanjangan tangan itu kita jadikan sebagai tubuh dan pikiran kita juga? Hal ini sudah banyak dipikirkan oleh para ilmuwan jaman sekarang. Bagi yang mengikuti perkembangan teknologi tentunya sudah tidak asing lagi degan istilah Ai (artificial intelligence). Penggunaan dari Ai ini sebenarnya tidak hanya digunakan untuk membuat robot berpikir. Ai yang paling sederhana bisa kita temukan dalam video game. Bagi yang suka bermain video game konsol apa saja, pasti disediakan fitur versus computer. Ini berarti bagaimana anda bisa bermain mengalahkan si computer tersebut. Pembuatan si computer ini, menggunakan konsep Ai. Contoh paling sederhana yaitu computer yang dipertandingkan dengan pecatur kelas dunia kasparov. Terbukti si super computer ini dapat mengalahkan Kasparov. Walaupun pada pertandingan sebelumnya kasparov berhasil mempertahankan kehormatan umat manusia dengan memenangkan pertandingan pertamanya. Namun setelah si super computer ini disempurnakan terbukti kasparov bisa kalah.

Saat ini kemampuan berpikir robot sudah jauh lebih maju karena sedang dikembangkannya neuron-neuron mesin. Seperti halnya neuron-neuron yang ada di otak manusia yang saling merangkai untuk membentuk sebuah jaringan kompleks yang luar biasa. Dan jaringan ini bergerak kesana kemari dengan kekuatan elektrik. Neuron-neuron robot ini adalah seperangkat alat elektrik kecil yang bekerja seperti halnya neuron-neuron asli. Aktivitas elektrik terjadi juga di neuron-neuron ini. Bisa dikatakan proses yang terjadi di dalam otak kita terjadi juga di dalam otak mesin ini.

Memang agak sulit untuk dipahami bagaimana bisa membentuk sebuah pikiran hanya dengan merangkaikan potongan logam dan plastik. Bila melihat argument berikut anda mungkin bisa mengerti bagaimana neuron-neuron robot bekerja. Anggaplah selama setahun para ahli bedah secara bertahap mengganti neuron-neuron organik anda dengan neuron-neuron mesin. Anggaplah selama satu minggu, sekitar dua persen dari neuron-neuron anda tergantikan, jadi dalam waktu satu tahun anda akan memiliki otak mesin. tentunya anda akan berpikir mungkin saja lambat laun pemikiranku dan perasaanku akan menghilang. Lalu akhirnya anda hanya akan menjadi kerangka yang tak punya pikiran seperti hanlnya robot secara umumnya. Akan tetapi pemikiran dan perasaan itu merupakan sesuatu yang berada di dalam batin bukan begitu? Mereka adalah sesuatu yang anda ketahui juga. Kalau begitu seandainya isi tubuh anda berkurang maukah anda mengatakannya? Pada dasarnya kita akan mengatakan perkataan seperti, “oh tidak! Beberapa bulan yang lalu pikiranku berangsur-angsur hilang! Apa yang terjadi padaku?” apakah anda akan berkata begitu? Tentu saja karena neuron-neuron mesin yang baru itu bekerja seperti halnya neuron-neuron anda yang asli. Bahkan ketika neuron-neuron yang berbentuk daging itu diganti dengan neuron-neuron robot, otak anda akan terus beroperasi seperti sebelumnya. Namun layaknya tingkah laku fisik anda, termasuk apa yang anda katakan dikontrol oleh apa yang terjadi di dalam otak anda, tingkah laku fisik anda juga akan tetap tidak berubah. Ini menunjukkan bahwa pikiran kita tidak hilang walau diganti dengan neuron mesin. kalau begitu bagaimana dengan robot-robot yang dikembangkan dengan cara ini? Tentunya mereka juga akan memiliki pikiran dan perasaan bukan? Dan juga bisa saja suatu saat mereka akan menentang manusia bukan? Tentu saja karena mereka memiliki pikiran dan perasaan.

Contoh paling sederhana dari argument di atas yaitu percobaan yang dilakukan kepada orang lumpuh. Dengan menanamkan chip di otaknya ia bisa mengendalikan pointer sebuah computer tanpa harus bergerak. Ia hanya perlu menggnakan sinyal eletrik di dalam otaknya untuk menggerakan mesin tersebut. Ini merupakan penerapan sederhana dari neuron mesin tersebut. Belum lagi kita melihat bagaimana orang-orang cacat yang kini bisa bergerak dengan lengan mesin dan kaki mesin. mengapa mereka bisa menggerakannya sesuai kemauan mereka? Ini menunjukkan mesin bisa bekerja sama dengan neuron-neuron yang berada di otak dan saraf-saraf yang berada di tubuh kita.

Melihat fakta-fakta yang terjadi di dalam dunia science saat ini bukanlah tidak mungkin kalau peradaban manusia bisa tergeser karena sesuatu yang disebut robot. Ini bisa terjadi apabila kita sebagai manusia tidak bisa menyikapi segala kekurangan dan kelebihan kita dengan baik. Semua orang yang memiliki kekurangan fisik tidaklah akan merasa bahagia sampai kapankun hingga ia bisa ikhlas dengan keadaannya itu. Ada juga orang yang tidak bisa menyikapi kelebihan yang ia miliki dengan benar. Misalnya ilmuwan yang memiliki kelebihan dalam hal berpikir, ia tidak akan berhenti mencari terobosan-terobosan baru. Ilmuwan tersebut akan terus mengembangkan sesuatu yang disebut Ai ini sampai ke tingkat yang membahayakan kehidupan manusia. Tentunya anda dapat menyimpulkan sendiri tingkat yang membahayakan ini seperti apa. Kita bisa terus bertahan di muka bumi ini apabila kita bisa menghargai diri kita sendiri dan sesama.

Tulisan ini masih berkaitan dengan tulisan tentang Nabi Sulaiman sebelumnya. Kisah nabi Sulaiman memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba’ ke negeri Palestina yang berjarak 2.000 km dalam hitungan detik memancing pemikiran kta untuk mengetahui bagaimana teknik pemindahan singgasana tersebut. Seperti tercantum dalam Al Qur’an Surat An Naml: 38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” 39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” 40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” Keterangan [1097]. Al Kitab di sini maksudnya: ialah Kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman ialah Taurat dan Zabur. Dari pembesar-pembesar anak buah Nabi Sulaiman baik dari kalangan jin dan manusia diberi tantangan untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis. Jin Ifrit menyanggupi memindahkan dengan waktu sebelum Nabi Sulaiman berdiri. Tetapi kemampuan jin Ifrit itu dipatahkan oleh seorang yang berilmu (ilmuwan) bernama Asif bin Barkhiya dengan menyanggupi memindahkan singgasana yang letaknya 2.000 km dari Palestina sebelum mata berkedip! Sekali mata manusia berkedip dalam hitungan detik sedang Asif bin Barkhiya menyanggupi sebelum mata berkedip atau kurang dari satu detik! Kecepatan itu hanya mampu ditandingi oleh kecepatan cahaya. Ini adalah petunjuk penting bahwa pemindahan singgasana ratu Balqis menggunakan teknologi yang sangat maju disebut teleportasi. Teknologi pemindahan materi jarak jauh. Dari kecepatannya dapat dipastikan teknologi tersebut lebih cepat dari jin Ifrit. Satu-satunya yang mungkin yaitu teknologi dengan memanfaatkan cahaya atau sinar sebagai media untuk teleportasi tersebut. Bisa saja teleportasi dengan sinar laser sudah ada di jaman tersebut sehingga urusan memindahkan singgasana dalam hitungan detik pun hal yang mudah. Kalau ada yang membantah dan mengatakan itu adalah sihir maka di dalam Al Qur’an pun sudah dibantah. Lihat Surat Al Baqarah ayat 102: 102. Dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Keterangan: [77]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir). [78]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat. [79]. Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Yahudi berkata: “Lihatlah Muhammad yang mencampur-baurkan antara haq dengan bathil, yaitu menerangkan Sulaiman (Nabi) digolongkan pada kelompok nabi-nabi, padahal ia seorang ahli sihir yang mengendarai angin.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (S. 2: 102) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi lebih mempercayai syaitan daripada iman kepada Allah SWT. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syahr bin Hausyab.) Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi bertanya kepada Nabi SAW beberapa kali tentang beberapa hal dalam Taurat. Semua pertanyaan mengenai isi Taurat, dijawab oleh Allah dengan menurunkan ayat. Ketika itu mereka menganggap bahwa ayat tersebut dirasakan sebagai bantahan terhadap mereka. Mereka berkata dengan sesamanya: “Orang ini lebih mengetahui daripada kita tentang apa yang diturunkan kepada kita.” Di antara masalah yang ditanyakan kepada Nabi SAW ialah tentang sihir. Dan mereka berbantah-bantahanlah dengan Rasulullah tentang hal itu. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 102) berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil-‘Aliah.) Asif bin Barkhiya merupakan ilmuwan yang menguasai teknologi teleportasi, bukan ilmu sihir karena sihir selalu menggunakan jin. Sedangkan jin Ifrit yang merupakan jin cerdik pun tidak bisa mengalahkan teknologi itu. Teknologi tinggi bagi orang yang tidak menguasai pun laksana sihir. Seperti di jaman sekarang pun teknologi masih sangat menakjubkan bagi orang awam yang tidak tahu cara kerjanya. Kesimpulannya yaitu teknologi teleportasi sudah dikuasai ilmuwan di jaman Nabi Sulaiman. Wallahu ’alam bishawab. Sebelumnya saya posting di: http://elfarid.multiply.com/journal/item/243/ Sragen, 27 September 2007 elfarid


Abad 21 kemungkinan akan jadi gerbang penemuan teknologi-teknologi yang mencengangkan. Ketika kapasitas komputer telah membesar, kecepatan pengiriman sinyal informasi meninggi, dan cetak biru manusia telah terpetakan, teleportasi pun tak menjadi sesuatu yang mustahil.

Lab. Innsbruck Suasana pengujian perpindahan benda tanpa wahana di Laboratorium Innsbruck – Dok. schmuel@tangelo.phys.unm.edu

Akan tetapi tunggu dulu, sebelumnya apa yang dimaksud dengan teleportasi itu sendiri? Bagi sebagian besar kita, ‘benda’ yang satu ini memang pasti belum familiar. Maklum, selain perancangannya belum final, rangkaian peralatannya hanya ada di laboratorium khusus yang biasa digunakan untuk menguji masalah-masalah fisika kuantum di sebuah universitas di Amerika, yakni di Universitas Innsbruck.

Sesuai dengan susunan suku-katanya, benda yang satu ini memang tak lain dari sebuah konsep moda transportasi jarak jauh. Akan tetapi berbeda dengan moda transportasi jarak jauh konvensional seperti jet komersial long-haul Boeing 747, Airbus A340, atau B777 sekalipun; ajaibnya moda transportasi ini tak bermedium. Lalu? Kedengarannya memang mengada-ada: dia tak perlu lagi medium karena benda atau orang yang diantarnya akan lebih dulu dilebur hingga tingkat atomik/kuanta untuk kemudian ‘dikirim’ lewat sinyal elektromagnetik, dan segera dibentuk kembali sesuai ujud semula berikut sifat-sifat aslinya di tempat tujuan dengan teknik yang tak kalah canggih. Itulah sebabnya, jangan kaget bila peralatan ini bisa mengantar muatannya dalam waktu yang begitu singkat. Kabarnya, untuk jarak hingga 40.000 kilometer, dia bisa menuntaskannya hanya dalam beberapa detik!

Sama sekali tak ada yang menyalahkan jika untuk sementara ini Anda mungkin hanya tersenyum tak percaya karena gambarannya yang begitu absurd. Namun yang jelas di Innsbruck, moda transportasi yang sarat peralatan canggih dan sepenuhnya tergantung fenomena alam ini masih terus-menerus disempurnakan enam ilmuwan pilihan yang direkrut dari sejumlah institusi yang juga pilihan. Sebaliknya, mereka nampak begitu optimis karena semua prinsip teknologi yang akan digunakan untuk membangun moda transportasi ajaib ini telah berhasil ditemukan.

Diantaranya adalah: komputer kapasitas tinggi yang paling tidak telah sanggup merekam seluruh detil tiga dimensi tubuh manusia (seluruhnya mencakup 10 Gigabytes atau setara dengan 10 CD ROM); teknik pemecahan sandi (enkriptografi); peralatan NMR (nuclear magnetic resonance) dan ESR (electron spin resonance) yang bisa digunakan untuk men-scan sebagian besar atom atau nukleus dari tubuh manusia; transmiter via satelit yang sanggup mengirim ribuan Gigabytes data hingga ke tempat terpencil seperti yang kini bisa kita saksikan dalam teknologi internet; dan lebih spesifik lagi berkat jasa Albert Einstein-Boris Podolsky-Nathan Rosen pada tahun 1930-an dunia telah berhasil mengetahui jeroan setiap zat atau benda lewat teori mekanika kuantum. (Teori ini menjelaskan perilaku unit-unit zat yang paling kecil, yakni kuantum energi berikut partikel-partikel sub-atomnya seperti elektron, proton, dan quark. Pemahaman atas perilaku partikel-partikel yang sangat kecil ini serta-merta membuka cakrawala pandang baru ke dalam hukum-hukum fisika atom.)

Keenam ilmuwan yang tengah mempertaruhkan reputasinya itu, adalah Charles Bennett dari Pusat Riset IBM, New York; Gilles Brassard dari Universitas Montreal; Claude Crepeau dari Laboratorium Informatika de l’Ecole Normale Superieure, Paris; Richard Jozsa dari Universitas Montreal; Asher Peres dari Institut Teknologi Haifa, Israel; dan William K. Wootters dari Williams College, Massachusetts.

Begitu pun, ditengah segala kesan kecanggihannya, ide perancangan sang teleportasi ternyata luar biasa sederhana. Seperti diungkap Samuel L. Braunstein dalam situs schmuel @tangelo.phys. unm.edu, idenya hanya berangkat dari peralatan kantor yang begitu sederhana yakni mesin faksimili dan peralatan transporter dari sekuel fiksi-ilmiah Star Trek.

Star Trek

Jika Anda penggemar serial TV Star Trek, untuk memahami cara kerja atau kegunaan dari teleportasi tentunya memang akan lebih mudah. Dalam serial karya Gene Roddenberry yang dibangun dengan seting peradaban manusia pada abad 23 tersebut, peralatan ini biasa digunakan para awak starship (kapal bintang) untuk berpindah tempat dari kapal mereka ke tempat-tempat terpencil atau ke sesama kapal bintang. Jarak yang direngkuh biasanya mencapai puluhanribu kilometer.

Cara kerjanya memang amat futuristik. Orang atau benda yang akan dipindah sebelumnya diurai dahulu hingga ketingkat kuanta. Selanjutnya dengan transmiter khusus, kuanta-kuanta ini dikirim dengan kecepatan cahaya menuju sebuah tempat yang posisi koordinatnya telah direkam. Di tempat inilah orang atau benda yang dikirim tadi disusun kembali sesuai ujud dan sifat semula. Seluruhnya dikendalikan dari mesin transporter di tempat pengiriman.

Alkisah, peralatan tersebut adalah hasil karya ahli teknik Montgomery Scott, awak kapal ruang angkasa USS Enterprise NCC 1701D. Scott berhasil menuntaskannya pada tahun 2369. Peralatan ini bisa memindahkan benda apapun selama dalam perjalanannya tidak menghadapi perisai medan elektromagnetik. Dalam sekuel Star Trek yang lebih moderen, Lieutenant Commander Data, melengkapinya dengan teleporter portabel yang dikenal sebagai Pattern Enhancer.

Namun kini pertanyaannya: akankah alat seperti ini bisa jadi kenyataan? Untuk saat ini memang belum ada seorangpun yang bisa memastikan. Namun dengan terkuaknya satu per satu fenomena alam dengan segala kekuatannya, adanya revolusi di bidang rekayasa bioteknologi, teknik informatika, serta kian dipahaminya prinsip-prinsip mekanika kuantum, paling tidak telah menekan derajad ‘kemustahilannya’. Bagi para ilmuwan sendiri, selama seluruh prinsip pembangunnya logis dan ilmiah, tak ada sesuatu yang tak mungkin. Toh, teknologi laser dan ponsel mungil yang sama-sama dikenalkan dalam serial ini, tanpa diduga kini telah menjadi ‘sesuatu’ yang biasa-biasa saja.

Hingga sejauh ini, Bennett dan kawan-kawannya sendiri paling tidak telah mengantungi sejumlah kesuksesan dalam eksperimennya. Diantara yang paling menakjubkan adalah lewat uji coba teleportasi kuantum yang dilakukan tiga tahun lalu. Kala itu, di Innsbruck, Bennett berhasil untuk pertama kalinya membuktikan bahwa moda teleportasi bukanlah sesuatu yang mustahil. Dalam uji-coba ini, mereka berhasil ‘mengirim’ sebuah foton ke suatu tempat. Dan, ditempat tujuan foton itu didapati dengan fisik dan sifat yang serupa.

Dalam eksperimen ini (lihat bagan 1), persisnya, sebuah stasiun yang diberi kode nama ‘Alice’ ditugaskan mengirim ‘sifat sebuah foton’ ke stasiun yang diberi kode nama ‘Bob’. Sifat tersebut adalah polarisasi dengan sudut 45 derajad yang selanjutnya diintepretasikan oleh mesin transporter. Ketika sifat berupa sudut itu dikirim, serentak mesin pulsa foton menembakkan dua foton. Satu ditangkap detektor 1 untuk diterjemahkan, sedang yang lainnya ditangkap detektor 2 untuk diisi sifat yang dikirim tadi. Rancangan mesin (lihat foto 1) Bennett dan kawan-kawan ternyata berhasil menjalankan misi inisial ini.

Meski sang foton tidak pindah secara fisik (hanya sifat dan perilakunya saja yang pindah), salah seorang kolega Charles Bennett bernama Curtis Barrett mengatakan, dengan teleportasi kuantumnya, keenam ilmuwan telah membuka pintu pengembangan ilmu dan teknologi masa depan. Apa yang dicapainya semakin menggenapkan keingintahuan manusia akan alam dan jagad raya, bahwa aplikasi yang terus-menerus dari fenomena fisika telah berkali-kali membuka cakrawala baru. (adr)

sumber: http://www.angkasa-online.com/10/11/fenom/fenom1.htm